Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

Bio Akustik


BAB I
PENDAHULUUAN

A.    Latar Belakang
Suatu perubahan mekanik terhadap zat gas, zat cair atau zat padat yang merambat ke depan dengan kecepatan tertentu sering menimbulkan gelombang bunyi. Gelombang bunyi ini merupakan vibrasi getaran dari molekul zat dan saling beradu satu sama lain namun demikian zat tersebut terkoordinasi menghasilkan gelombang. Gelombang bunyi dapat menjalar secara transversal atau longitudinal.
Bunyi berhubungan dengan indra pendengaran yaitu fisiologi telinga. Telinga berfungsi secara efisien untuk mengubah energi getaran dari gelombang menjadi sinyal listrik yang dibawa ke otak melalui syaraf. Telinga manusia merupakan detektor bunyi yang sangat sensitif.
 Bising didefinisikan sebagai bunyi yang kehadirannya tidak dikehendaki dan dianggap mengganggu pendengaran. Bising dapat berasal dari bunyi atau suara yang merupakan aktivitas alam seperti bicara, pidato, tertawa dan lain – lain. Bising juga dapat berasal dari bunyi atau suara buatan manusia seperti bunyi mesin kendaraan dan mesin – mesin yang ada di pabrik. Untuk menilai bunyi sebagai bising sangatlah relatif. Misalnya musik di tempat – tempat diskotik, bagi orang yang biasa mengunjungi tempat itu tidaklah merasa suatu kebisingan, tetapi bagi orang – orang yang tidak pernah berkunjung di tempat diskotik akan merasa suatu kebisingan yang mengganggu.

B.     Tujuan Penulisan
1.      Tujuan Umum
Membantu mahasiswa memahami tentang bioakustik dan aplikasinya dalam keperawatan.
2.      Tujuan Khusus
a.    Mengetahui pengertian bunyi dan gelombang bunyi
b.    Memahami sifat dan kecepatan gelombang bunyi
c.    Memahami intensitas bunyi
d.   Mengetahui penerapan gelombang bunyi
e.    Mengetahui pengaruh dan pencegahan dari bising


Sistem Pencernaan



A.    PENGERTIAN
Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan  (pengunyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbantang mulai dari mulut (oris) sampai anus. 
   B.     ALAT-ALAT PENGHASIL GETAH CERNA
    1.    Kelenjar ludah
    2.    Kelenjar getah lambung
    3.    Kelenjar hati
    4.    Kelenjar pankreas
    5.    Kelenjar getah usus

HUBUNGAN TERAPEUTIK KEPUASAN PASIEN TERHADAP PERAWAT DALAM MEMBERIKAN PELAYANAN KEPERAWATAN



KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat, berikat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan judul “Gambaran Kepuasan Pasien Berdasarkan Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Memberikan Pelayanan Keperawatan di Ruang Lontara II RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar”.
Dalam menyelesaikan penelitian ini, penulis menyadari bahwa itu tak lepas
dari bantuan berbagai pihak, baik secara moril maupun secara materil. Pada
kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan rasa terimah kasih kepada:
yang telah banyak memberi bantuan dan dukungan dalam penyusunan skripsi ini.
Penyusun menyadari bahwa penelitian ini jauh dari sempurna, untuk itu
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca
yang budiman untuk penyempurnaan penulisan selanjutnya. Di samping itu penyusun
juga berharap semoga penelitian ini bermanfaat bagi peneliti dan bagi nusa dan
bangsa. Dan semoga amal baik semua pihak yang telah membantu penulis mendapat
balasan yang setimpal. Amin, Tuhan memberkati.



ABSTRAK

Komunikasi merupakan proses yang sangat khusus dan berarti dalam hubungan antar manusia. Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara sadar, bertujuan dan kegiatannya dipusatkan untuk kesembuhan pasien. Komunikasi menjadi tidak efektif karena kesalahan dalam  menafsirkan pesan yang diterimanya. Jika kesalahan penerimaaan pesan terus-menerus berlanjut dapat berakibat pada ketidak puasan baik dari pasien maupun tenaga kesehatan itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien berdasarkan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan di Ruang Lontara II RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar.
Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan cara memberikan kuesioner untuk mengetahui gambaran tentang kepuasan pasien berdasarkan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan di Ruang Lontara II RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar.. Penelitian dilakukan selama 4 minggu selama bulan November sampai Desember 2009. Jumlah responden dalam penelitan ini adalah 50 responden. Hasil dari penelitian ini didapatkan tingkat kepuasan pasien terhadap komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan di Ruang Lontara II RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah puas dengan komunikasi terapeutik perawat (66%). Tingkat kepuasan responden yang bekerja sebanyak 56,0% dan tidak bekerja sebanyak 76,0%. Tingkat kepuasan yang pendidikannya Perguruan Tinggi 38,9%, sedangkan tingkat kepuasan responden yang pendidikannya SMP sebanyak 100%.
Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar pasien yang dirawat di Ruang Lontara II RSUP DR Wahidin Sudirohusodo Makassar, merasa puas dengan komunikasi terapeutik perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan. Saran dari hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat pelaksana untuk memperhatikan komunikasi terapeutik dalam melakukan interaksi dengan pasien untuk meningkatkan kepuasan pasien, kepada pihak rumah sakit untuk terus memberikan pendidikan dan pelatihan kepada perawat terkait penerapan komunikasi terapeutik di tiap pelayanan keperawatan, dan bagi peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian dengan menggunakan metode yang lain dan memiliki sampel yang lebih banyak dan lebih luas sehingga validitas dapat dijamin.

MAKALAH PROMOSI KESEHATAN TENTANG DEMAM BERDARAH



KATA PENGANTAR

            Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kami kelancaran dalam menyusun makalah ini  sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.

 Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.



TUGAS PROMOSI KESEHATAN HIV / AIDS


Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadiran allah Swt atas limpah hidayah, rahmat dan lindungannya, makalah ini kami susun untuk menambah wawasan kita untuk memahami tentang viirus Hiv/aids.
            Mungkin masalah yang kami buat ini belum sempurna karena kami juga masih dalam proses belajar, oleh karena itu kami menerima saran / kritik anda semua.
Dalam makalah ini kami membahas tentang Hiv/Aids, semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.
            Demikianlah makalah yang kami susun dan jika ada tulisan atau perkataan kami yang kurang berkenan, kami mohon maaf sebesar-besarnya.
BAB I
PENDAHULUAN
                                    
A.       LatarBelakang
Masa remaja usia 10-24 tahun merupakan masa transisi yang unik dan khusus yang ditandai dengan barbagai perubahan fisik, emosi, dan psikis. Dan masa remaja ini di sebut pubertas atau peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa dengan pematangan organ-organ sex atau reproduksi. Perubahan fisik yang terjadi pada masa remaja begitu cepatnya dibandingkan dengan perubahan emosi dan psikis. Perubahan yang cukup besar ini dapat membingungkan remaja yang mengalaminya untuk itu mereka memerlukan pengertian, bimbingan, dan dukungan lingkungan sekitarnya agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa yang sehat baik fisik, mental, sosial budaya, dan ekonomi. Dalam lingkungan sosial tertentu, masa remaja bagi pria merupakan saat diperolehnya kebebasan, sementrara bagi remaja wanita saatnya dimulainya segala pembentukan pembatasan.
Seiring dengan berbagai perubahan yang dialami remaja, remaja cenderung ingin mencari jati diri lewat mencoba segala sesuatu yang belum pernah dilakukannya atau lebih dikatakan tidak mau ketinggalan jaman. Dalam arti jika tidak mau ketinggalan jaman. Dari pergaulan antara sesamanya, remaja kadang terjerumus pada pergaulan bebas hingga mulai mencoba-coba narkoba dan melakukan hubungan seksual diluar nikah, sehingga menjadi resiko tertular penyakit menular seksual HIV/AIDS.
Hal ini sangat memprihatinkan karena banyak kasus-kasus yang menyatakan hampir 10%-40% pecandu narkoba yang diduga kebanyakan dari para remaja yang memakai jarum suntik positif terinfeksi virus HIV/AIDS. Penyebaran HIV sangat cepat melalui jarum suntik karena langsung masuk ke sistem pembuluh darah dan dengan melakukan sex bebas penularan semakin cepat terjadi. Banyak para remaja juga tidak mengetahui bahwa penyakit yang mereka derita akibat virus HIV/AIDS sudah mencapai tingkat yang serius karena terlambat diagnosa dan sering menimbulkan komplikasi. Hal ini terjadi karena mereka kurang mendapatkan informasi tentang penyakit AIDS. Mereka juga belum mendapat berbagai bentuk bimbingan, nasihat, dan konseling, baik dari orang tua, keluarga, dan guru mereka, atau pihak-pihak lainnya.
AIDS adalah penyakit yang berbahaya dan merupakan ancaman latent bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. AIDS merupakan silent killer karena tanpa ada gejala kita dapat meninggal sewaktu-waktu. Hal ini disebabkan karena masa inkubasi atau masa lantent infeksi HIV bertahun-tahun rata-rata antara 5-7 tahun.

SHALAT JENAZAH

SHALAT JENAZAH

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Salah satu kajian fiqih yang paling sering dipraktekkan dimasyarakat adalah kajian masalah shalat jenazah, kita memandang dari aspek teori shalat jenazah merupakan salah satu masalah ibadah yang amat gampang bahkan kita menyepelekan masalah tersebut. Namun jika kita menilik dari aspek praktek masih banyak kesalahan- kesalahan yang dilakukan dimasyarakat dalam masalah pengurusan jenazah. Untuk itu tim penulis mengangkat sebuah tema yangberkaitan dengan pengurusan jenazah tersebut. Adapun tema yang kami sajikan ialah “ Shalat jenazah”. Tujuan penyusunan makalah tersebut adalah untuk memberikan wawasan kepada masyarakat khususnya bagi mahasiswa tentunya dalam masalah penurusan jenazah ini, sehingga dapat meminimalisir kesalahan dan ketidak tahuan dalam masalah kepengurusan jenazah. B. Ruang Lingkup Didalam kajian makalah ini tentunya penulis menyajikan maslah seputar shalat jenazah diantaranya : Pengertian shalat jenazah, Syarat- syarat shalat jenazah,Rukun dan tata cara mengerjakan shalat jenazah, dan Keutamaan Melaksanakan Shalat Jenazah.